Jumat, 10 Februari 2012

Hasil USM PTS Tahun 2012 - Univ. Esa Unggul

Universitas Esa Unggul
Hasil Ujian Saringan Masuk  Tahun 2012
 
Untuk melihat  "  Hasil Ujian Saringan Masuk " silahkan download, klik " Nama Sekolah "   ( file pdf )
 
 
Jakarta
 
  1. SMA 1 Barunawati Jakarta Barat
  2. SMA YPBDN Jakarta Barat
  3. SMA Al Huda Jakarta Barat
  4. SMA Cengkareng 1 Jakarta Barat
  5. SMA Pelita II Jakarta Barat
  6. SMA Triguna 1956 Jakarta Selatan
  7. SMA Negeri 16 Jakarta Barat
  8. SMA Negeri 19 Jakarta
  9. SMA Negeri 25 Jakarta
  10. SMA Negeri 56 Jakarta Barat
  11. SMA Negeri 57 Jakarta
  12. SMA Negeri 85 Jakarta
  13. SMA Negeri 95 Jakarta
  14. SMA Negeri 96 Jakarta
  15. SMA Negeri 101 Jakarta
  16. SMA Yadika 1 Jakarta Barat
  17. SMA Yadika 2 Jakarta Barat
  18. SMA Yadika 5 Jakarta Barat
  19. SMK Cengkareng 1 Jakarta Barat
  20. SMK Negeri 17 Jakarta
  21. SMK Dewi Sartika Jakarta Barat
  22. SMK Yadika 1 Jakarta Barat
  23. SMK Yadika 2 Jakarta Barat
  24. SMK Mutiara Bangsa Jakarta Barat
  25. SMK Muhammadiyah 4 Jakarta Barat
 
 
Tangerang
 
  1. SMK Markus Tangerang
  2. SMK Yuppentek 5 Tangerang
  3. SMK PGRI 109 Tangerang
  4. SMK Islamic Village Tangerang
  5. SMK Yadika 4 Tangerang
  6. SMK Yadika 5 Tangerang Selatan
  7. SMK Mandiri 2 Balaraja Tangerang
  8. SMA Daar El Qolam Tangerang
  9. SMA Daar El Qolam 1 Tangerang
  10. SMA Daar El Qolam 3 Tangerang
  11. SMA Islamic Center Tangerang
  12. SMA Islamic Village Tangerang
  13. SMA Markus Tangerang
  14. SMA Nusa Putra Tangerang
  15. SMA PGRI 109 Tangerang
  16. SMA Pramita Tangerang
  17. SMA Syekh Yusuf Tangerang
  18. SMA Yadika 3 Ciledug Tangerang
  19. SMA Yadika 6 Tangerang Selatan
  20. SMA Mandiri Balaraja Tangerang
  21. SMA Yuppentek 1 Tangerang
  22. SMA Yuppentek 2 Tangerang
  23. SMA Yuppentek 4 Tangerang
  24. SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang
  25. SMA Negeri 1 Tangerang
  26. SMA Negeri 3 Tangerang
  27. SMA Negeri 4 Tangerang
  28. SMA Negeri 5 Tangerang
  29. SMA Negeri 6 Tangerang
  30. SMA Negeri 8 Tangerang
  31. SMA Negeri 10 Tangerang
  32. SMA Negeri 13 Tangerang
  33. SMA Negeri 14 Tangerang
  34. SMA Negeri 15 Tangerang
 
 
 
Bagi siswa yang  TIDAK LULUS,  dapat mengikuti “ TES ULANG “ di Kampus Universitas Esa Unggul
 
 
Keterangan :
1.  Formulir Pendaftaran Sekolah Binaan Rp. 100.000,-
      ( jika Non Binaan Rp 200.000,- )
 
2.  Angsuran Biaya Kuliah Gelombang 1, 2, dan 3 :
          a. Gelombang 1 : biaya kuliah diangsur selama 7 s/d 10 bulan
              Pendaftaran Nov 2011 s/d  April 2012
          b. Gelombang 2 : biaya kuliah diangsur selama 6 s/d 7 bulan
              Pendaftaran 01 Mei s/d 30 Juni 2012
          c. Gelombang 3 : biaya kuliah diangsur selama 4 s/d 5 bulan
              Pendaftaran 01 Juli 2012 s/d Agustus 2012
 
3. Pola Pembayaran Angsuran Biaya Kuliah :
          a. Angsuran biaya kuliah ke-1 sebesar Rp. 2 juta
          b. Angsuran biaya kuliah ke-2, dst s/d  April  2012
             (besarnya sesuai dengan masing - masing Program Studi )
 
4.   Dapatkan Time Payment Saving ( Potongan Biaya ) :
         a. Rp 250.000,- jika pembayaran 1 dilakukan < 7 hari setelah  
             pembelian formulir
         b. Rp 500.000,- jika membayar lunas total biaya semester 1
         c. Rp 750.000,- jika melakukan a + b
 
5.   Program Beasiswa Esa Unggul ( Beasiswa s/d 100% ).
 
6.   Pembayaran biaya kuliah per Semester (Sem. 2 s/d lulus) dapat
      diangsur  2 kali
 
7.   Semester Pendek wajib diikuti setiap mahasiswa dengan
      biaya Rp. 1,6 juta  untuk semua Program Studi
 
8.   Khusus Prodi Perencanaan Wilayah & Kota (Planologi) dikenakan
      tambahan  Biaya Kuliah Rp. 2,5 juta termasuk untuk Field Study to
      Singapore
 
9.   Perkuliahan TA. 2011/2012 dimulai pada tanggal 25 Juni 2012 
      ( Semester Pendek Awal )
 
10. Pengembalian Biaya (kecuali uang formulir pendaftaran) :
      - Biaya dikembalikan 100% jika tidak lulus UAN, atau diterima
        di PTN melalui     SNMPTN
      - Biaya dikembalikan 70% jika diterima PTN melalui Tes Mandiri
 
(Ket: diajukan selambatnya 15 hari setelah pengumuman diterima di PTN dengan melampirkan bukti & kartu tes)
 
 
Download Biaya Kuliah :

Rabu, 11 Januari 2012

Univ. Esa Unggul Masuk 50 Besar 4ICU ( Rangking ke - 33)


4ICU merupakan mesin pencari pendidikan tinggi internasional yang mengulas akreditasi perguruan tinggi di dunia. Tercatat sedikitnya 12 ribu perguruan tinggi dari 200 negara telah direview oleh organisasi ini.


Perangkingan dilakukan dengan menggunakan metode algoritma dan didasarkan pada tiga mesin pencari independen seperti google page rank, yahoo inbound links dan alexa traffic rank. Berbeda dengan dengan penilaian webometrics yang dilakukan terhadap empat parameter utama, yakni size, visibility, rich files, dan scholar.

Organisasi 4ICU dibangun dengan tujuan membantu dosen dan mahasiswa internasional mencari secara spesifik informasi tentang popularitas sebuah universitas di sebuah negara.
Berikut peringkat 50 besar se-Indonesia terkait website perguruan tinggi versi 4ICU.

                  Universitas Lokasi

1  Institut Teknologi Bandung

Bandung
2  Universitas Indonesia Depok 
3  Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
4  Universitas Gunadarma Depok
5  Universitas Pendidikan Indonesia Bandung
6  Universitas Diponegoro Semarang 
7  Universitas Sebelas Maret Surakarta
8  Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
9  Universitas Airlangga Surabaya
10  Institut Pertanian Bogor Bogor
11  Universitas Sumatera Utara Medan
12  Universitas Padjadjaran Bandung 
13  Universitas Islam Indonesia  Yogyakarta
14  Universitas Brawijaya Malang
15  Universitas Mercu Buana Jakarta
16  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Yogyakarta
17  Universitas Kristen Petra Surabaya
18  Universitas Sriwijaya Palembang 
19  Universitas Surabaya Surabaya 
20  Universitas Muhammadiyah Malang Malang 
21  Universitas Negeri Yogyakarta Yogyakarta
22  Universitas Bina Nusantara Jakarta 
23  Universitas Muhammadiyah Surakarta Surakarta
24  Universitas Negeri Malang Malang
25  Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
26  Universitas Negeri Semarang Semarang 
27  Universitas Andalas Padang
28  Universitas Hasanuddin Makassar
29  Universitas Komputer Indonesia Bandung
30  Universitas Lampung Bandar Lampung
31  Universitas Udayana Badung 
32  Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta 
33  Universitas Esa Unggul Jakarta 
34  Universitas Bengkulu Bengkulu
35  Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Yogyakarta
36  Universitas Jember Jember
37  Universitas Tarumanagara Jakarta
38  Universitas Trisakti Jakarta
39  Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
40  Universitas Negeri Surabaya Surabaya
41  Universitas Sam Ratulangi Manado
42  Universitas Negeri Padang Padang 
43  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Tangerang
44  Universitas Riau Pekanbaru
45  Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
46  Universitas Negeri Medan Medan
47  Universitas Paramadina Jakarta
48  Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja
49  Universitas Trunojoyo Bangkalan
50  Universitas Mulawarman Samarinda


Secara lengkap, pemeringkatan seluruh perguruan tinggi di Indonesia periode 2012 dapat diakses melalui laman http://www.4icu.org/id/.

Selasa, 08 November 2011

Sertifikat ISO 9001:2008/IWA-2:2007

Universitas Esa Unggul Memperoleh Sertifikat ISO 9001:2008/IWA-2:2007
Senin, 07 November 2011

Universitas Esa Unggul berhasil memperoleh International Organization for Standardization (ISO) yaitu Sertifikat ISO 9001:2008 dan International Workshop Agreement (IWA) yaitu IWA-2:2007.
Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan PT. United Registrar Systems (URS) yang merupakan badan sertifikasi internasional yang berkantor pusat di Inggris dan telah terakreditasi oleh UKAS (United Kingdom Accreditation Service) dan diterima secara resmi oleh Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma A. P., MBA.
Sertifikat dengan nomor registrasi 48725/A/0001/UK/En tersebut berlaku hingga Oktober 2014 dengan ruang lingkup “Management of Higher Education and Academic Services untuk jenjang Diploma, Strata-1 dan Strata-2 serta mencakup seluruh sivitas akademika meliputifakultas, program studi dan unit pendukung, mulai dari penerimaan mahasiswa baru sampai dengan penanganan alumni UEU.
ISO 9001:2008 merupakan persyaratan sistem manajemen mutu yang fokus pada efektifitas proses continual improvement, dimana dalam setiap proses senantiasa membutuhkan perencanaan yang matang, implementasi yang terukur dengan jelas, dilakukan evaluasi dan analisis data yang akurat serta tindakan perbaikan yang sesuai dan monitoring pelaksanaannya agar benar-benar bisa menuntaskan masalah yang terjadi di organisasi.Sementara itu IWA-2:2007 sendiri adalah panduan penerapan untuk sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 bagi institusi pendidikan.
Selain itu, Sertifikat ISO 9001:2008/IWA-2:2007 ini merupakan bukti komitmen dari seluruh sivitas akademika UEU untuk secara konsisten menerapkan dan menjalankan sistem manajemen mutu yang telah disesuaikan dengan persyaratan ISO 9001:2008/IWA-2:2007 sebagai pedoman kerja serta secara terus menerus menyempurnakannya menuju sistem kerja yang lebih efektif dan efisien sehingga kepuasan pelanggan selalu dapat diperoleh dan ditingkatkan.

Minggu, 02 Oktober 2011

Penerapan Knowledge Management Dalam Organisasi

Penerapan Knowledge Management Dalam Organisasi
 

Riya Widayanti, S.Kom, MMSI
Dosen Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Esa Unggul, Jakarta

Knowldege management menjdi bidang yang penting dalam proses pembelajaran sebuah organisasi. Penge-tahuan yang dimiliki oleh organisasi harus mampu memberikan kemajuan bagi organisasi itu sendiri. Agar organisasi dapat bertahan hidup, maka diwajibkan agar setiap orang yang ada di dalam organisasi sharing penge-tahuan. Untuk itu dibutuhkan manajemen yang kuat agar pengetahuan tersebut mengakar di setiap individu dalam organisasi dan tidak hilang begitu saja dengan didukung infrastruktur untuk penyebaran informasi di lingkungan organisasi.

Perkembangan dewasa ini mengajukan pada makin cepatnya perubahan dalam segalam bidang kehidupan, akibatnya dari efek globalisasi serta pengembangan teknologi informasi yang sangat akseleratif. Kondisi ini jelas mengakibatkan per-lunya cara-cara baru dalam menyikapi semua yang terjadi agar dapat tetap survive. Penekanan akan makin pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah saru respon dalam menyikapi perubahan tersebut, dan ini tentu saja memerlukan upaya-upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan SDM.

Sehubungan dengan itu peranan ilmu pengetahuan menjadi makin menonjol, karena hanya dengan pengetahuanlah semua perubahan yang terjadi dapat disikapi dengan tepat. Ini berarti pendidikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas dan kom-petitif. Ketatnya kompetisi secara global khususnya dalam bidang ekonomi telah menjadikan organisasi usaha memikirkan kembali strategi pengelolaan usahanya, dan SDM yang berkualitas dengan penguasaan pengetahuannya menjadi pilihan penting yang harus dilakukan dalam konteks tersebut.

Pengetahuan telah menjadi sesuatu yang sangat menentukan, oleh karena itu perolehan dan pemanfaatannya perlu dikelola dengan baik dalam konteks peningkatan kinerja organisasi. Langkah ini dipandang sebagai sesuatu yang sangat strategis dalam menghadapi persaingan yang mengglobal, sehingga pencapaiannya akan merupakan suatu bencana bagi dunia bisnis, oleh karena itu diperlukan cara yang dapat mengintegrasikan pengetahuan itu dalam kerangka pengembangan SDM dalam organisasi. Dari sinilah istilah mana-jemen pengetahuan berkembang sebagai suatu bagian penting dan strategis dalam pengelolaan SDM pada Perusahaan/organisasi.

Pengetahuan memang merupakan milik individu, namun dapat dimanfaatkan oleh orga-nisasi dengan tetap memberikan otonomi pengembangannya pada individu tersebut. Dalam hubungan ini belajar dan pembelajaran menjadi kata kunci dalam peningkatan kapasitas penge-tahuan, oleh karenanya menjadikan individu sebagai pembelajar merupakan kondisi yang diperlukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja organisasi melalui pengintegrasiannya dengan proses organisasi. Untuk itu organisasi perlu melakukan pengembangan dirinya menjadi organisasi pembelajar, sebab hanya dalam kondisi yang demikian individu/pegawai dapat benar-benar menjadi manusia pembelajar.


Pentingnya Learning Organization telah lama menjadi perhatian para ahli organisasi, terutama semenjak terbitnya buku karya Peter Senge “The Fifth Discipline” pada tahun 1990, disamping itu organisasi-organisasi baik organisasi bisnis maupun non bisnis juga telah mencoba mengembangkan konsep tersebut dalam upaya menjadikan organisasi mereka kompetitif, dan dalam konteks itulah manajemen pengetahuan menjadi amat penting, karena dengan pengelolaan yang tepat dapat menjadi suatu kekuatan kompetitif yang tangguh yang diperlukan sekali dalam perkembangan global dewasa ini. Berikut ini akan dikemukakan makna manajemen pengetahuan dengan menggunakan rujukan utama buku yang ditulis oleh Christina Evans berjudul Managing for Knowledge, HR’s Strategic Role.


Beda Informasi dan Pengetahuan
Informasi menurut Whitten, P 23 adalah data yang telah diproses atau diorganisasi ulang manjadi bentuk yang berarti. Informasi dibentuk dari kombinasi data yang diharapkan memiliki arti ke penerima. Sedangkan Knowledge adalah data dan information yang disaring lebih jauh berdasarkan fakta, kebenaran, kepercayaan, penilaian, penga-laman dan keahlian si penerima.

Proses perubahan data menjadi informasi menurut Daven dan port dalam buku Paul L. Tobing dilakukan melalui beberapa tahap:
  • Contextualized: memahami manfaaat data yang dikumpulkan
  • Categorized: memahami unit analisis atau komponen kunci dari data
  • Calculated: menganalisis data secara matematik atu secara statistik
  • Corected: menghilangkan kesalahan dari data
  • Condensed: meringkas data dalam bentuk yang lebih singkat dan jelas

Sedangkan knowledge sebagai informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang, hal itu terjadi ketika informasi tersebut menjadi dasar untuk bertindak, atau ketika informasi tersebut memam-pukan seseorang atau institusi untuk mengambil tindakan yang berbeda atau lebih efektif dari sebelumnya.

Menurut Hendro Wicaksono, informasi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang kita bagi, melalui beragam media komunikasi yang ada (Information is something that we share). Sedang-kan Pengetahuan adalah sesuatu yang masih ada dalam pikiran kita (Knowledge is something that is still in our mind).

Kemudian dapat disimpulkan, Informasi adalah Pengetahuan yang dibagi atau dikomu-nikasikan melalui beragam media yang ada (Infor-mation is shared knowledge).

Pendapat lain juga mengartikan knowledge sebagai actionable information atau informasi yang dapat ditindaklanjuti atau informasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk bertindak, meng-ambil keputusan dan untuk menmpuh arah ataupun strategi.


Alur Proses Penciptaan Pengetahuan
Information Acquisition (Proses Pengadaan Informasi)

Proses pengadaan informasi adalah proses mengumpulkan beragam informasi dari berbagai sumber yang dianggap relevan dengan interes komunitas pemakai sistem manajemen pengetahuan. Karena itu, proses ini harus dilakukan berdasarkan survei kebutuhan dan interes anggota komunitas yang yang telah dilakukan terlebih dahulu. Sumber informasi tidak hanya berasal dari Internet, tetapi juga dari sumber informasi yang didistribusikan dalam bentuk offline, seperti CDROM atau DVDROM.

Pada proses pengadaan informasi, ada dua jenis informasi yang dikumpulkan. Pertama Unstructured Information (informasi yang tidak terstruktur) dan Structured Information (informasi yang terstruktur). Unstructured Information adalah informasi yang tidak mendalam tentang suatu topik. Contohnya adalah artikel surat kabar. Sedangkan Unstructured Information adalah (sekumpulan) informasi yang mendalam dan detail tentang suatu topik. Unstructured Information disimpan dan men-jadi bagian penting dalam Unstructured Knowledge Creation (Penciptaan Pengetahuan yang Tidak Terstruktur), sedangkan Structured Information disimpan dalam sistem repository (digital library).


Unstructured Knowledge Creation (Pencip-taan Pengetahuan Yang Tidak Terstruktur)


Unstructured Knowledge Creation adalah proses pembelajaran komunitas yang cenderung tidak terstruktur. Tidak terstruktur dalam hal pengetahuan yang dihasilkan belum mendalam dan belum fokus pada suatu topik interes tertentu. Tujuan proses ini adalah:
  1. Agar anggota komunitas mau, berani dan termotivasi berbagi pengetahuan (knowledge sharing).
  2. Agar anggota komunitas terbiasa dengan sistem manajemen pengetahuan yang akan digunakan.

Discussion Forum (Forum Diskusi, Semi-structured Knowledge Creation)

Setelah pustakawan mendapatkan topik interes anggota komunitas, maka tahap berikutnya adalah mengajak anggota komunitas untuk mendiskusikannya secara lebih spesifik dan ter-struktur pada Discussion Forum. Jika memung-kinkan, pustakawan juga bisa mendorong anggota komunitas langsung ke proses Structured Knowledge Creation (Penciptaan Pengetahuan Yang Terstruktur). Tapi ini relatif sulit dilakukan karena untuk menghasilkan pengetahuan yang terstruktur relatif butuh waktu dan proses yang tidak sebentar. Yang paling mudah adalah membuat pengetahuan yang tidak terstruktur menjadi lebih terstruktur dalam Discussion Forum. Bisa dibilang Discussion Forum adalah Semi-structured Know-ledge Creation (Penciptaan Pengetahuan Yang Semi Terstruktur).


Structured Knowledge Creation (Penciptaan Pengetahuan Yang Terstruktur)

Pada saat proses di Discussion Forum, bila dirasa pengetahuan yang tercipta telah cukup detail dan terstruktur, maka pustakawan harus meng-arahkan kegiatan pembelajaran pada proses berikutnya, yaitu Structured Knowledge Creation. Dalam proses penciptaan pengetahuan, proses ini merupakan proses yang sangat penting. Bisa dianggap puncaknya proses penciptaan pengetahuan. Proses ini merupakan kelanjutan dari proses Discussion Forum (semi-structured knowledge creation). Juga bisa merupakan kelanjutan dari proses Unstructured Knowledge Creation, meskipun hal ini jarang terjadi.

Pada proses ini, biasanya kontribusi dari anggota komunitas relatif berkurang. Ini dikare-nakan tingkat kesulitannya yang cukup tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, pustakawan bisa membantu dengan membuat kerangka struktur pengetahuan dan melakukan kemas-ulang pengetahuan yang didapat dari Discussion Forum dan sumber referensi. Tapi anggota komunitas diharapkan sebagai kontributor pengetahuan pada proses ini.

Bisa saja ketika suatu topik interes sudah mencapai proses Structured Knowledge Creation, tapi topik tersebut tetap terus didiskusikan ditahap Discussion Forum. Jadi bisa juga Discussion Forum tempat membahas topik interes dan menghasilkan pengetahuan baru, sedangkan Structured Knowledge Creation tempat menyimpan pengetahuan yang sudah disepakati bersama (lihat panah 2 arah antara proses Discussion Forum dengan Structured Knowledge Creation).

Pengetahuan yang tercipta pada proses ini, selanjutnya disimpan pada sistem repository sehingga bisa menjadi referensi kembali pada proses Structured Knowledge Creation (lihat panah 2 arah antara proses Structured Knowledge Creation dengan Digital Library) maupun Discussion Forum (lihat panah 2 arah antara proses Discussion Forum dengan Digital Library).


Sistem Repository (Digital Library)

Digital Library berfungsi sebagai:
  1. Tempat menyimpan Structured Information yang dikumpulkan dari berbagai sumber informasi.
  2. Sumber referensi bagi proses pembelajaran di Discussion Forum dan Structured Knowledge Creation.
  3. Tempat menyimpan pengetahuan yang diha-silkan pada proses pembelajaran di Discussion Forum dan Structured Knowledge Creation.
Semua fungsi di atas dilakukan oleh pus-takawan. Oleh karena itu, pustakawan sebaiknya punya kemampuan yang cukup dalam hal pencarian, pengolahan dan kemas-ulang informasi, serta kemampuan belajar secara cepat dan kemam-puan berkomunikasi.

Konsep Mekanisme Trasformasi Pengeta-huan dalam Organisasi Pembelajar

Transformasi pengetahuan ini bergantung dengan mental dan budaya untuk setiap individu sehingga aktualisasi aktivitas di dalam organisasi akan dilandasi pada keyakinan baru sebagai kesepakatan bersama (anggota organisasi bekerja dengan spirit baru).  Berdasarkan model mental organisasi yang disepakati bersama inilah mereka kemudian mengakutalisasikan pengetahuannya menjadi strategi, program, sistem/dokumen baru sebagai pedoman kerja seluruh anggota.

Faktor yang penting dalam Implementasi Knowledge Management
a.    Manusia
Baik berupa tacit knowledge ataupun explicit knowledge yang mampu di-sharing/transfer dalam institusi atau organisasi.
b.    Leadersihp
Keberhasilan KM didukung peran pemimpin dalam membangun visi yang kuat dengan menggalang dan mengarahkan partisipasi semua anggota organisasi dalam mewujudkan visinya.
c.    Teknologi
Dukungan infrastruktur yang kuat dalam penyebaran informasi pada orang yang tepat dan waktu yang tepat pula.
d.    Organisasi
Aspek pengaturan yang jelas dalam hal ini termasuk reward yang berpartisipasi dalam penyebaran informasi
e.    Learning
Kemauan belajar untuk setiap individu sehing-ga muncul ide-ide, inovasi dan knoeledge baru, yang menjadi komoditas utama dalam KM.

Hal yang esensial dalam knowledge management adalah terbentuknya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga para pekerja ter-motivasi untuk terus belajar, memanfaatkan informasi atau pengetahuan yang disediakan perusahaan, dan menumbuh kembangkan penge-tahuan individualnya serta pada akhirnya mau berbagi pengetahuan baru yang didapatnya untuk menjadi pengetahuan organisasi, atau dengan kata lain knowledge management focus agar manusia didalamnya produktif utnuk menumbuhkembangkan pengetahuan dan mau berbagi pengetahuan yang dimilikinya.

Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan produktivitas penemuan pengetahuan (mempermudah proses pengelolaan pengetahuan) serta mempercepat proses implementasinya, sehing-ga organisasi untuk menginstitusionalisasikan dan mendistribusikan pengetahuan yang berasal dari individu anggota oranisasi sesuai dengna kebutuhan dan perkembangannya.


Sosialisasi dan Promosi

Aplikasi sistem manajamen pengetahuan yang kompleks tidak akan berguna kalau tidak digunakan oleh komunitasnya. Karena itu perlu strategi yang tepat untuk memotivasi anggota komunitas agar menggunakan sistem.

Pertama, sosialisasi. Sosialisasi bisa dila-kukan dengan melakukan edukasi kepada komunitas pemakai tentang layanan baru (intranet sistem manajemen pengetahuan) di perpustakaan. Edukasi juga harus disertai dengan pelatihan cara menggunakan sistem intranet.

Kedua, promosi. Promosi sebaiknya berisi manfaat intranet bagi komunitas pemakai perpus-takaan. Jaman sekarang, biasanya produk berbasis teknologi akan berhasil bisa dikaitkan dengan gaya hidup modern yang produktif. Karena itu perlu dirumuskan secara tepat bagaimana mempro-mosikan intranet ini sebagian dari gaya hidup modern di perpustakaan.

Ketiga, reward (hadiah). Hadiah merupakan salah satu motivasi orang untuk berbuat sesuatu. Pengelola Perpustakaan sebaiknya perlu meng-alokasikan dana untuk menyediakan hadiah bagi pemakai yang paling aktif dan banyak memberikan kontribusi penciptaan pengetahuan di intranet.
Keempat, Evaluasi. Suatu pengembangan sistem dianggap baik, bila secara transparan melibatkan pemakai dalam pengembangannya. Karena itu perlu secara berkala komunitas pemakai diajak berdiskusi mengenai usability sistem manajamen pengetahuan yang digunakan. Dari sini, akan didapat masukan-masukan bagi pengembangan sistem lebih lanjut.

Dapat disimpulkan bahwa, baik individu, kelompok ataupun organisasi harus mampu bertahan di era yang penuh ketidak-pastian ini. Organisasi pembelajar yang berisi individu pembelajar yang didukung infrastruktur yang kuat mulai dari pengadaan informasi sampai dengan pengetahuan yang terstruktur dalam digital library, untuk selanjutnya disosialisasikan untuk menghasilkan nilai-nilai baru dalam organisasi. Dimana nilai –nilai baru tersebut mengubah cara pandang setiap elemen organisasi untuk melakukan pengembangan ke arah yang lebih baik.


Referensi:
Abell, Angela dan Nigel Oxbrow, ”Computing with Knowledge: The Information Professional in the Knowledge Management Age”, Library Association Publication, London, 2001.

American National Standard, ”A Guide to the Project Management Body of Knowledge”, Project Management Institute, New Jersey, 2004.

Bell, Housel, “Measuring and Managing Knowledge”, McGraw-Hill, Singapore, 2001.

Davenport, Thomas H and Prusak, L, “Working Knowledge : How Organizations Manage What They Know”, Harvard Business School Press, Boston, 1998.

Davidson, Carl & Philip Voss, “Knowledge Management : An Introduction tocreating  Competitive Advantage fromintellectual capital”, Vision Books, New Delhi, 2003.

Harvard Business School Press, “Harvard Business Review on Knowledge Management”, Harvard Business School Press, Harvard, 1998.

htttp://www.skyrme.com/, tanggal 25 November 2007

http://www.sekitarkita.com, Wcr_putu KM.Doc, 11 September 2007

http://www.ebizzasia.com, 24 Agustus 2007

http://hendrowicaksono.multiply.com/journal/, 24 September 2007

Housel, Thomas J and Arthur H.Bell, “Measuring and Managing Knowledge”, Mc Graw-Hill International Edition, Boston, 2001.

Jann Hidajat Tjakraatmadja, Donal Crestofel Lantu, Knowledge Management dalam konteks organisasi pembelajar, SBMITB, 2006

Jeffery L. Whitten, Lonnie D. Bentl, Kevin C. Dittman, Metode Desain dan Analissi Sistem, 2005.

Kling, Rob, “Learning about InformationTechnology and Social Change: the Contribution of Social Informatics”, The Information Society, Vol.16, No.3, pp 217-232, 2000.

Lendy Widayana, “Knowledge Management: Meningkatkan Daya Saing Bisnis”, Bayumedia Publishing, 2005.
Malhotra, Yogesh, “From Information Management to Knowledge Management: Beyond the “Hi-Tech Hidebound ’Systems” dalam K. Srinantaiah dan MED Koenig (ed), “Knowledge Management for the Information Professional”, Medford, Information Today, Inc.pp:37-61, New York, 2000.

Munteanu Igor, Ionita Veaceslav IONITA, The Management of Knowledge , Cartier,  2003.

Natarajan, Ganesh, “Knowledge Management: Enabling Business Growth” McGraw Hill, New York, 1999.

Nonaka, Ikujiro and Takeuchi, Hirotaka, “The Knowledge-Creating Company: How Japanese Companies Create theDynamics of Innovation”, Oxford University Press, Oxford, 1995.

Paul L. Tobing, Konsep Knowledge Management, Konsep, Arsitektur dan Implementasi, Graha Ilmu, 2007.

Setiarso, Bambang, “Knowledge Sharing in Organizations: models and mechanism”, Special Library Conference May 15-17, 2005.p 14, Kuala Lumpur, 2005.

______________, ”Strategi Pengelolaan Knowledge untuk Meningkatkan Daya Saing UKM”. Proceeding Seminar Ilmiah Nasional PESAT 2005, Universitas Guna Darma, Jakarta, 2005.

Subagyo, H, “Metodologi Pengukuran Peranan Forum Diskusi dalam Proses Berbagi Knowledge; Kasus Intra PDII-LIPI”, Diklat Peneliti Tingkat I, Jakarta,  2006.
Tiwana, Amrit, ”Knoeledge Management Toolkit”, Prentice Hall, New Jersey, 2002.
Tjaraamadja, Jaan Hidayat, “Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajaran”, 2006.

Sistem Informasi Univ. Esa Unggul

S1 Sistem Informasi - Terakreditasi B


Program Studi Sistem Informasi didirikan untuk menjawab kebutuhan atas sumberdaya manusia yang terampil di bidang sistem informasi sesuai dengan pergeseran yang terjadi pada dunia usaha. Lingkup studi Sistem Informasi meliputi pengembangan sistem informasi, metode dan peralatannya (bahasa pemrograman dan database), manajemen sistem informasi dan rekayasa sistem informasi. Program studi Sistem Informasi adalah kesatuan rencana belajar yang mengkaji, menerapkan, dan mengembangkan ilmu yang melandasi rekayasa sistem informasi. Arah kajian keilmuan dari program studi ini mencakup disiplin, proses, teknik dan alat bantu yang dibutuhkan dalam rekayasa sistem informasi yang meliputi tahap perencanaan, pembangunan, implementasi dan pemeliharaan.

Program Studi Sistem Informasi Universitas Esa Unggul menyiapkan para mahasiswa dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang akan membuat mereka siap memasuki dunia kerja. Sistem Informasi UIEU memiliki sarana laboratorium komputer yang dirancang dan didesain berbasis jaringan internet, sehingga memudahkan para mahasiswa mengakses informasi mutakhir tentang teknologi komputer dan informasi melalui media internet. Bekal materi-materi perkuliahan yang mencakup aspek teori dan praktek, serta didukung laboratorium yang memadai, pembuatan tugas-tugas proyek, kerja praktek di suatu perusahaan, instansi atau dunia industri lainnya, serta berbagai tugas-tugas dari para dosen, diharapkan dapat memberikan bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.

Pilihan Bidang Peminatan
- Corporate Information System
- E-Business
- Information Management
- Komputer Akuntansi

Kamis, 22 September 2011

ESQ Training Mahasiswa Baru Univ. Esa Unggul

Training ESQ diselenggarakan guna meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual yang berdampak pada pencapaian 7 nilai-nilai dasar (jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli), dan membantu membangkitkan kekuatan tersembunyi serta mengerakkan seluruh potensi dirinya untuk kehidupan dan pekerjaan yang lebih produktif.  Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa. Sedemikian pentingnya posisi mahasiswa di suatu bangsa membuat ESQ menyadari dibutuhkannya pelatihan khusus bagi mereka. Training ESQ diadakan sejak tahun 2008, dan rutin diselenggarakan  Disampaikan dengan bahasa ringan dan gaya yang sesuai dengan kalangan muda. Selama 2 hari para peserta diajak untuk dapat lebih mudah memahami dan mendalami ESQ sebagai bekal mereka menapaki masa depan.



Training ESQ adalah sebuah fenomena, menggugah dan mampu mengubah kehidupan seseorang. Itu salah satu kesimpulan peserta yang telah mengikuti training ESQ. Hal itu bisa terjadi karena ESQ memang berbeda dari pelatihan lainnya dan bukan sekedar pelatihan kepemimpinan atau manajemen biasa. Training ESQ merupakan pelopor pelatihan yang mengasah sisi spiritual dengan mendalam, bersamaan dengan sisi emosi dan intelektual seseorang. ESQ adalah suatu inovasi mutakhir yang bertujuan untuk membangkitkan dimensi spiritual manusia.


ESQ dengan seksama memandu seseorang dalam membangun prinsip hidup dan karakter berdasarkan ESQ Way165. Angka 165 merupakan simbol dari 1 Hati pada Yang Maha Pencipta, 6 Prinsip Moral, dan 5 Langkah sukses. ESQ hadir untuk siapa saja yang berkeinginan untuk membentuk karakter manusia paripurna. ESQ juga merupakan upaya untuk menjebatani rasionalitas dunia usaha dengan spirit ketuhanan. Melengkapi makna sukses dengan nilai-nilai spiritual yang mendalam, menuju esensi bahagia yang sesungguhnya.

Melalui ESQ Training Mahasiswa Universitas Esa Unggul diarahkan untuk menciptakan sebuah titik keseimbangan antara Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ). Membebaskan diri dari berbagai macam gangguan yang menghalangi seluruh potensinya, serta mengerakkan seluruh kekuatan tersebut untuk menciptakan pembaharuan dalam kehidupannya, menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan di era global.